sutradara babak pertama
<!–
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0cm;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
{size:612.0pt 792.0pt;
margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
mso-header-margin:36.0pt;
mso-footer-margin:36.0pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>
hidup ini lucu
sekali.
Kadang kita
berfikir bahwa kita adalah sutradara dari hidup kita. Mengatur segalanya semau
kita. Berancang-ancang tentang hari depan. Menyenangkan bukan jadi sutradara? menyenangkan
karena punya kekuasaan absolut. Itulah kenapa aku gamau berhenti jadi
sutradara. Aku gamau berhenti mengkonsep hari depanku.
Dengan jadi
sutradara, aku bisa memilih siapa pemain yang berperan dalam ceritaku. Aku bisa
menentukan karakter seperti apa yang harus dijiwai oleh para pemain. Aku bisa
memutuskan pakaian atau aksesoris seperti apa yang pantas dikenakan oleh
mereka. Dan aku jugalah yang mengatur tempat dimana semua hal akan terjadi.
Banyak hal
yang ga berjalan sesuai konsepku. Konsep yang aku kira udah mateng, yang udah
bikin aku termenung setelah bermimpi di siang bolong itu hingga siang-siang
bolong di hari-hari berikutnya. Konsep yang membuatku terjaga sampai larut
malam dan malam-malam larut berikutnya.
Konsep yang
menyebabkan banyak hal melayang-layang dipikiranku. Hal yang menuntun kehadiran
imajinasi-imajinasi yang kemudian menginspirasikan terlahirnya sebuah skenario hidup
idealis yang sempurna.
Suatu pagi
aku menemukan diriku kelelahan menjadi sutradara karena skenario itu masih rapi
ditempatnya. Aku letakkan lagi beberapa hari lalu di tempatnya karena tidak ada
yang dapat memerankannya dengan sempurna. Aku tidak lebih dari seorang sutradara
gagal, yang tidak juga dapat menghasilkan mahakarya. Aku gagal.
Beberapa hari
lalu aku sempat menyerah dengan keadaan. Entah apa yang hinggap dipikiranku
kemarin itu. Beberapa hari yang berkesan, tapi juga meninggalkan lebam pekat dihatiku.
Berkesan karena sesuatu yang baru, dan lebam karena hasil dari penyesalan yang
dalam. Menyesal karena sudah sempat berkhianat dari konsep itu.
Banyak yang
kupertaruhkan dari idealismeku. Banyak dispensasi yang kutawarkan dari konsep
sempurnaku. Banyak yang aku lakukan dari hal yang tidak pernah kulakukan. Dimana
otakku yang dulu? Dimana otakku kemarin itu? Dan dimana otakku sekarang?
Sepertinya sudah berubah permanen.
June 26th, 2008 at 12:28 pm
wajar mis..
krn idelisme adalah satu kata yang bisa di bilang “ampuh”
untuk kaum muda mudi sperti kita
June 27th, 2008 at 8:49 am
baca blog ini, rasanya gw lg ada di kepala lo. kiki yang lg sibuk diskusi dan ngobrol sama pikirannya…
inspiring!
August 24th, 2008 at 10:59 pm
Ky baru aja aku baca tulisan yg mrpk buah pikiran dan rasa idealismemu. Oke sih, tp aku beda pendapat soal sutradara hidup ini, dulu aku jg sempat berpikiran spt kamu, tp ternyata ga demikian yg seharusnya. Krn sutradara tunggal dari kehidupan ini adalah ALLAH. Makanya dlm sebuah tulisanku jg kunyatakan bhw kita justru sbg pemain hrs patuh ma sang “SUTRADARA”.
Tapi salut km udah curahin pikiranmu menjadi sebuah tulisan.
August 24th, 2008 at 11:02 pm
Hia ky, dulu aku jg berpikiran spt tulisanmu itu. aku berpikir bhw aku lah sutradara dari kehidupanku, ehm suatu kali aku tersadarkan bhw satu2nya “SUTRADARA” dari kehidupan ini tak lain adalah ALLAH.
Dan itu sempat kutuangkan dlm sebuah tulisan, bhw kita sbg pemain hrs pasrah pada sang “SUTRADARA” tsb.
tapi salut km udah curahin isi hati, buah pikiran, dan rasa idealisme mu itu.
SEMANGAT ya Ky, sukses selalu, kita sbg manusia hanya bisa berencana, Allah yang MAHA MENENTUKAN, Insya Allah
August 26th, 2008 at 7:27 pm
iya mas chanang…that’s why aku sempet jadi sutradara gagal.. Allah punya kehendak lain atas diriku.
makasih ya mas buat commentnya. ayo cepet dirilis dong novelnya!!smangattttt!!!!
October 10th, 2008 at 2:35 am
baca blog ny..kya baca novel andrea hirata….baca stiap katany jd manggut2 sndiri…coz persis ma yg akw alamin..
knapa g coba bkin novel???
October 10th, 2008 at 8:50 pm
terimakasih Iane..
pengen banget bisa bikin novel. tp kayanya belum mampu deh..
doain ya..